Wednesday, January 18, 2006

Masa depan Q

Sejak rencana resign si Babe muncul bulan puasa lalu, kita orang jadi ngerasa nggak save lagi neh... pa lagi penggantinya agak begitu... :-( wah musti buru buru merealisasikan rencana pensiun dini neh... Insya Allah 3 - 5 tahun rencana kedepan harus jalan.

Kemarin ikutan GB di Bandung bikin semangat memfokuskan usaha yang ada agar lebih baik. Langkah pertama aq mo pindah tempat ke condet, ada tawaran dari papa tuk isi toko yang disewanya di condet. trus memindahkan usaha yang ada di kranggan ke condet sekalian ganti pegawai. untuk pegawai ini rencananya mo nawarin Intan tapi mungkin dia sudah kerja di tempat lain. Aq tapi diskusi ma norma karena aq berencana mo nawarin kerja temen-temen Liqo yang belom kerja. Norma bilang ok tapi diskusi dulu sama m'Ika dan Ummi. ada sih rencana mo kontak M'Ika tapi aq harus matengin dulu nih bussines Plan-nya.

Selain itu papa juga mo memastikan kalo di toko itu bisa jualan voucer.
sebenarnya aq punya rencana lebih mengarahkan ke penjualan buku anak-anak. untuk itu aq mau bekerja sama dengan tek Ni dan uni Oci bila mereka tertarik gabung. waktu GB kemarin aq dapat masukan dari Ruli dan MyQers lainnya tuk mengambil karyawan dan berbagi saham/kepemilikan usaha. Ini mungkin bisa ditawarkan pada mereka, but kadang aq suka hoppless juga tuh mo ngomongnya. Tapi dicoba aja dulu.

Untuk penjualan majalah rencananya aq hanya menawarkan teman2 di lingkungan ku untuk lagganan majalah

Wednesday, January 04, 2006

Tahun Baru 2006

Akhir Desember lalu aq mulai mengingat-ingat apa saja yang telah aq lalui selama ini. Aq berpikir apa saja yang telah aq capai selama ini. duh sedih sekali rasanya ternyata aq tidak banyak mengalami kemajuan dibanding 10 tahun belakangan ini. Sepertinya aq jalan di tempat. Kemudian aq berencana akan merenungkan ada saja yang aq lakukan selama 10 tahun terakhir ini disaat malam menyambut tahun baru.

Manusia memang hanya bisa berencana tapi Allah lah yang maha berkehendak.

Ternyata pada tanggal 31 Desember 2005 dinihari aq dapat telp dari seorang teman yang mengajak pergi walimahan bareng akhwat MyQ pada pagi hari trus malamnya aq pergi dengan saudaraku uni It Mabit di BI sepulang dari BI pada tanggal 1 Januari 2006 berkunjung ke rumah Riki adikku yang baru punya seorang bayi lucu Hafidz namanya. Seneng deh di Hafidz makin cabi aja pipinya jadi gemes....

Sore pulang dari rumah Riki langsung Liqo. Duh badan ini remuk deh belum istirahat.... so setelah Liqo nonton sebentar lalu tewas dengan sukses deh..... :-D

Keesokannya janjian sama ni It yang mo traktir aq... karena pesen si Ira kado ultahku dari Ira traktir makan dan diwakilin sama Ni It (ada gitu yah ntraktiran diwakilin, abis dia lagi jauh sih) tapi ke Careffoure dulu beli rak bareng sama Rusdi, Sari(istri Rusdi) dan Ibu.

Pulang dari Carrefoure batalin janji sama ni It karena cape.... sambil menikmati kumpul bareng keluarga di rumah... jadi inget lagi rencana merenungku yang tertunda....

Setelah melewati hari-hari libur sejak hari sabtu sampai hari senin itu... aq hanya bisa bersyukur pada Allah SWT, yang telah mengumpulkan aq dengan orang-orang yang aq sayangi dan menyayangi aq.
Aq punya orang tua yang punya banyak cinta dan sayang padaku sampai hari ini.
Aq punya adik Rizki dan istrinya Putri dan anak mereka Hafidz
Aq punya adik Rusdi dan istrinya Sari sebentar lagi mereka juga akan punya anak...
mereka ini yang aq sayangi dan menyayangiku...

Tuesday, January 03, 2006

Pesan dari seorang sahabat :-)

Assalamu'alaikum wr wb

Apa kabar mbak Linda?...apa masih didepan komputer? ....

mbak ana mo ucapkan selamat milad.....sekaligus saling mengingatkan bahwa usia kita sebenarnya berkurang 1 thn untuk beramal.....ana teringat dg pesan Ibnu Qoyyim al Jauziyah...

Wahai orang yang umurnya terbatas, yang tubuhnya setelah mati menjadi santapan cacing,umurmu terus berkurang semenjak diatas buaian,detik2 mengiringmu menuju saat kematian.

Akan tanggal gigi-gigimu dan memudar cahaya matamu,tak usah berderai air mata jika semua itu meninggalkmu.

Wahai orang yang saat demi saat umurnya berlalu, Wahai orang yang menyia2kan hartanya sedikit demi sedikit, yang menghamburk2nya saat ada kemampuan jiwa dan kekuatan raga,

Ingatlah akan datangnya Munkar Nakir dengan wajah mengerikan,kata2 merek tajam menakutkan laksana keduanya lahir dalam satu susuan,saat itulah menuai buah tanam n amalmu.

Kau berharap ada sedetik untuk bebuat ketaatan, Kau berteriak: Ya tuhanku, kembalikan aku!, Namun alangkah menyedihkan tak ada kalimatmu yang didengar.

Wahai orang yang tertinggal oleh kafilah para sholihin telah sampe waktumu untuk menyusul mereka (ibnu Q.alJauziah)


dan juga :...

Waktu laksana pedang Wahai orang yang lalai akan akibat perbuatannya, Wahai orang yang terhenti diatas kekurangan dirinya,Kau telah tertinggal oleh mereka yang teguh pendirian, sedang tidur diatas kebimbangn.

Tegaklah didepan pintu tobatmu,menyesali diri,tundukan kepala dan akui:aku orang dholim,berdoalah dikeheningan malam ikuti jalan merek meski tak sampe.

Tegaklah menyesali diri saat malam kelam,Berjagalah membuka pintu tobat Ilahi,gantilah usiamu yang hilang dimasa lalu,Campakan waktu mubadir dan hawa nafsu jauh2,Ceraikan duniamu,jika kau menuntut kebahagiaan kekalmu.(ibnu Q al Jauziah)

Wallahu A'lam b .s..semoga Allah memberik kekuatan kepada kita untuk selalu beramal di usia yg tersisa...Amin..

afwan jiddan jika ada yang gak berkenan.

wassalamu'alaikum wr wb

Tuesday, December 27, 2005

Si Hafidz

Tanggal 2 Desember lalu telah lahir seorang bayi lucu yang diberi nama Putra Hafiz Salamun oleh papa dan bundanya. Si imut ini anak pertama dari pasangan Rizki dan Putri Adikku.

Kelahiran seorang bayi ternyata sangat dahsyat karena bisa merubah beberapa orang tua disekitarnya. Dia pun juga membuat bahagia banyak orang.

Wednesday, November 23, 2005

Khadijah Binti Khuwalid

Rasulullah SAW berkata kepada Umar r.a. : "Maukah aku beri tahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta simpanan ? Ia adalah wanita yang sholeh; apabila suami memandang kepadanya, maka dia merasa senang, jika suami menyuruhnya, dia menaatinya, dan jika suaminya tidak ada, dia memelihara diri dan harta suaminya." (H.R.Abu Dawud) .

Gambaran isteri yang Muslim tetap kukuh di dalam batin dan hati nurani kita. Itulah gambaran ideal bagi perilaku wanita Arab, yang kepemimpinannya terhadap keluarga tampak dalam memikul tanggung jawab. Dia di dalam rumah suaminya sebagai pemimpin dan penanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Sesungguhnya, hubungan dia dengan suaminya adalah berlandaskan saling mencintai, kasih sayang, pengutamaan orang lain, pemberian, pengorbanan, dan pembelaan.

Cukuplah sebagai pengakuan atas keutamaannya, bahwa hati pertama yang mendenyutkan Islam dan diteranginya adalah hati seorang wanita yang luhur budi dan mulia, yaitu Khadijah binti Khuwailid r.a., isteri Rasulullah SAW, setelah itu tidak ada yang melebihinya dalam hal memuliakan dan mengangkat derajat wanita dalam Islam.

Tatkala Rasulullah SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum Quraisy, maka di samping beliau berdirilah Khadijah r.a. Khadijah juga menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira' Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta, dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda : "Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberikan apa-apa."

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, padahal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia", yaitu Khadijah bin Khuwailid r.a., Ummu Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suaminya dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat menjadi nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah r.a. mendahului semua orang dalam beriman kepada risalah Rasulullah SAW, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarganya. Maka, Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan sebaik-baik balasan, dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam istananya, sebagaimana diceritakan Nabi SAW kepada Khadijah di masa hidupnya.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata : "Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW di mana Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, wahai orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?

Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min dan orang pertama yang beriman kepada Allah SWT di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafasnya yang terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepada beliau pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat-ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah. Kemudian beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekah, kemudian kembali kepadaku." Maka Nabi SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah.

Khadijah berkata : "Gembira dan teguhlah wahai, putra pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau akan menjadi Nabi umat ini."

Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali peneguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya, dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan,men dinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita yang ideal itu.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirimkan salam kepadanya. Maka turunlah Jibril menyampaikan salam itu kepada Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda : "Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab : "Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya ber-asal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para sahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Dan sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah SWT yang besar kepada Rasulullah SAW.

Khadijah r.a. mendampingi Rasulullah SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolongnya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolongnya dengan harta dan jiwanya.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya, 6/118]

Monday, November 21, 2005

JIKA AKU JATUH CINTA

Ya Allah, jika aku jatuh cinta…
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati…
Izinkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu
Agar tak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati…
Jagalah hatiku padanya, agar tidak berpaling dari hatiMu

Ya Rabbul Izzah, jika aku rindu…
Rindukanlah aku pada seseorang, yang merindui syahid di JalanMu

Ya Allah, jika aku rindu…
Jagalah rinduku padanya, agar tidak lalai aku merindukan perjumpaan denganMu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta hambaMu…
Janganlah kenikmatan itu melebihi indahnya bermunajab di sepertiga malam terakhirMu

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui hambaMu
Jangan Kau biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya padaMu
Aa Gym

Thursday, November 17, 2005

Bagaimana yah......

Ingin jadi muslimah kaffah....

Yang aq tau Islam itu indah.....
Tapi kenapa yang banyak terlihat tidak indah

yang aq tau persaudaraan islam itu indah...
tapi kenapa tidak tercermin dalam keseharian kita...

yang aq tau semua muslim itu bersaudara...
tapi kenapa banyak pembatas yang tercipta...

yang aq tau islam itu rahmatan lil Alamin...
tapi kenapa sesama saudara kita tidak saling menyayangi

yang aq tau islam itu mengajarkan keseimbangan....
tapi kenapa aq banyak melihat ketidak adilan...

Friday, October 28, 2005

bisa i'tikaf nggak ya... malam ini :-(

Duh sebel banget deh...
aq dah mo pulang dan siap-siap mo ke Al-Azhar...
nggak taunya ada jadwal meeting malem-malem...
sebel.....

masa bulan puasa gini jadwalin meeting malem sih :-(
nggak tahu tuh mo bahas apa......

jadi nggak ikhlas nih......

Tuesday, October 25, 2005

JASA ORANG TUA KITA

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"

" Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

"Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.

"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,...

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah"

"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

"Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak
berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

"Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak
untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kepada ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan
malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang"

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.

SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA.
TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

PIKIRKANLAH HAL ITU......

APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN

"The truth of Islam terletak pada aqidahnya, the justice of Islam pada syariahnya, dan tthe beauty of Islam pada akhlaknya"


*********************************************
Setiyo Budi Achmad

Friday, October 21, 2005

Apa Yang Kita Sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegunkeheranan.
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras.
Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"

Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor MATERI. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor KECERDASAN. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor KEBAIKAN. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi
sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih
halus di dalam batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence).

Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada
sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub dan KESADARAN sejati di lain kutub.

Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.

Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK FISIK, tetapi MAKHLUK SPIRITUAL.

Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya.

Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang
lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

Monday, October 17, 2005

The Rose


Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.
Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain; itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi;
itulah yang membawa kereta anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda;
hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.

from : MyQuran

Renungan Bersama

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini,
apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih,
dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan,
karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati.

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,
ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang,
selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain,
siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.

Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya,
mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain,
dan mau menerima orang lain.

Thursday, October 13, 2005

BAGAIMANAKAH KAU BISA

Bagaimanakah kau bisa mengerti perkataanku ...
Mendengarkannya saja engkau tidak
Kerana, untuk mengerti sebuah perkataan
Kau harus mendengarkan setiap kata.

Bagaimana kau bisa fahami tulisanku ...
Membacanya saja engkau tidak
Kerana untuk memahami sebuah tulisan
Kau harus membaca setiap tulisan kata

Lalu.. bagaimana kau akan mengerti tentang CINTA
Menangis saja kau tak bisa
Kerana dalam cinta ada pengorbanan
Dan setiap pengorbanan ada tangisan, meskipun tanpa air mata

Lalu... Bagaimana kau bisa berdoa ...
Mengenal ALLAH saja kau tidak
Kerana untuk bisa mencipta sebuah doa
Kau harus tahu kepada siapa kau meminta ...

Wednesday, October 12, 2005

9 Ramadhan

Sudah 8 hari berlalu dan ini adalah hari yang ke 9
tapi rasanya ibadah yang aq kerjakan belum juga optimal...
duh gimana ini...

kebut tilawah juga masih ketinggalan ,
hari gene.. masih juz 5
wadau... udah rugi 8 hari ini :'(

jadi inget semalam di Al Azhar aq ketemu seorang teman yang menyenangkan.
kami cepat merasa akrab dan dia bercerita kalo dia sedang cari kerja...
sewaktu kami mo pulang... dia disapa oleh teman sekantornya dulu...
sambil lalu dia tanya ada lowongan kerja ?
dijawab temennya ada... cuma kalo untuk yang pake jilbab kayaknya nggak bisa...
sedih banget deh mengdengarnya...
padahal yang ngomong itu muslimah
dan beliau itu juga gemar beribadah... tapi kok begitu yah...?
aq prihatin sekali akan hal ini...
semoga dalam ramadhan ini aq bisa meningkatkan qualitas diri
sehingga bisa menjadi muslimah yang potensial(cieeeeh)

karena itu mulai saat ini
insya Allah aq akan berupaya maximal...

Thursday, September 22, 2005

Curhat-Q hari ini

Ya Allah...

betapa cepat engkau membolak balik hati hamba MU
betapa cepat hati berbalik atas kehendak Mu

Ya Allah...

Engkau memberi masalah beserta solusinya
Engkau memberi cobaan tapi juga mengirimkan penawarnya

Alhamdulillah... aq terlahir dalam lingkungan yang mengenal Engkau
Alhamdulillah... Ya Allah

Wednesday, September 21, 2005

Buku Sang Alkemis

Linda sedang baca Buku yang Judulnya Sang Alkemis. Sebenarnya buku itu nggak terlalu menarik kalo Linda nggak denger ungkapan seseorang di radio tentang buku itu.

Buku itu memang buku yang cukup menarik sebagai buku yang membangkitkan motivasi orang untuk mempelajari tanda-tanda di alam ini.
Tapi komentar orang di radio itu sangat sangat gimana gitu.
Dia pernah baca buku itu di London (kalo nggak salah) dan dia nggak percaya bahwa buku yang sama telah di terbitkan di Indonesia versi Indonesia.

Linda nggak habis pikir... kenapa orang itu berpikir begitu, apa buku itu terlalu hebat sehingga hanya orang hebat seperti dia saja yang pantas membaca buku itu atau orang Indonesia itu terlalu bodoh untuk memahami buku itu. aneh juga yah padahal dia itu(yang kasih komentar diradio) orang Indonesia.

Kalo dipikir-pikir dalam buku itu kita banyak di ingatkan untuk membaca alam yang dalam istilah dibuku itu disebut sebagai pertanda. Padahal kalo kita ingat surat pertama yang diturunkan Allah itu isinya Bacalah yang artinya kita memang disuruh untuk selalu membaca, bukan cuma baca buku tapi juga kita harus bisa membaca Alam dengan cara banyak memperhatikan Alam.

kembali ke buku sang alkemis itu... artinya kita diingatkan kembali untuk sering-sering mempelajari alam. buku itu cuma menjabarkan apa yang sudah ada di Al Quran.
kalo gitu sebenarnya yang hebat itu buku itu or Al-Quran yah :-?
buku itu memang bagus... tapi bagusan Al Quran tentunya.

Monday, July 04, 2005

Bagaimana AlQur'an Menjawab Permasalahan Manusia

Manusia : Kenapa aku diuji?
Qur'an :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2)

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia : Kenapa aku gagal?
Qur'an :

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)

Manusia : Aku frustasi!
Qur'an :

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia : Bagaimana aku harus menghadapinya?
Qur'an :

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia : Apa yang aku dapat dari semua ini?
Qur'an :

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)

Manusia : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an :

….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)

Manusia : ...................???
Qur'an :

………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Wednesday, June 29, 2005

Mengikis Futur

Futur. Sebuah istilah yang menggambarkan kondisi ruhiyyah seseorang yang sedang menurun. Atau dengan istilah yang lebih sederhana, futur ialah "penurunan semangat beribadah."

Ketika seseorang yang biasa bersemangat menamatkan Al-Qur'an satu juz dalam satu hari, kemudian menurun atau tiba-tiba kehilangan semangat membaca Al-Qur'an, maka itulah futur. Atau juga ketika seseorang yang jiwa sosialnya tinggi, perhatian dan peka terhadap kondisi saudara-saudaranya se-aqidah, suatu waktu ia merasa berat dan tidak mampu memperhatikan orang lain, kepekaannya menurun, egonya meningkat, dan bahkan berdiam diri ketika saudaranya sedang membutuhkan pertolongan. Atau fenomena lain dari futur adalah ketika orang yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahyi munkar, tapi –suatu waktu – kemudian semangat amalnya menurun dan bahkan mungkin –ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan – akhirnya ia sendiri melakukan penyimpangan-penyimpangan amal.

Memang, futur itu memiliki tingkatan-tingkatan. Ada futur yang masih tergolong rendah dan ada futur yang sifatnya kronis. Futur yang terbilang rendah, biasanya tergambar dalam penurunan kualitas dan kuantitas ibadahnya saja. Artinya ia masih berada di rel yang benar, ia masih mengikuti gerbong Al-Qur'an dan as-Sunah. Meskipun, kadang ia tertatih-tatih di rel itu, dan bahkan teringgal di belakang.

Futur yang seperti ini, pada permulaannya memang tidak terlalu berbahaya, karena hal itu merupakan tabiat manusia, bahkan itulah -mungkin- yang dimaksud dengan al-imanu yazidu wa yanqusu, Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Fluktuatif keimanan merupakan hal yang wajar bagi setiap orang, karena tidak ada di dunia ini manusia yang selamanya benar, seperti halnya tidak ada yang selamanya salah.

Akan tetapi, ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan dalam rentang waktu yang cukup lama, maka tentu saja lambat laun ia akan merosot dan terus merosot. Kualitas keimanannya semakin lama akan semakin rendah dan lemah. Dan bahkan mungkin saja, ia akhirnya terperosok pada futur "skala tinggi." Bukan hanya penurunan kuantitas dan kualitas ibadahnya saja yang nampak pada dirinya, akan tetapi, lebih besar dari itu, ia tidak lagi berada pada rel ketaatan. Ke-futur-annya digambarkan dengan beralihnya taat menjadi maksiat, pahala dengan dosa. Na'udzubillah min dzalik.

Memang, manusia tidak ada yang bisa lepas dari kesalahan. Setiap orang pasti ada yang pernah berbuat kesalahan dan dosa. Karena ia bukanlah malaikat yang senantiasa patuh dan taat kepada Allah. Hal ini, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya; "Setiap Bani Adam itu pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat."

Akan tetapi, kalau kita cermati lagi hadits di atas, sebenarnya yang menjadi titik permasalahannya –dan itu yang sering tidak kita perhatikan– adalah ada atau tidaknya proses taubat yang dilakukan oleh orang yang telah berbuat kesalahan tersebut. Oleh karena itu, kesalahan –dalam batasan tertentu – bagi manusia merupakan sebuah kewajaran, akan tetapi terus menerus dan terlena dalam kesalahan tersebut merupakan ketidakwajaran.

Hal ini pun secara jelas telah disebutkan oleh Allah swt dalam Al-Qur'an, Ia berfirman; "Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS 4:17)

Taubat inilah yang menjadi standarnya. Oleh karena itu ketika dalam kesalahannya ia tidak segera bertaubat (kembali pada Allah), maka kesalahannya itu bukanlah sebuah kewajaran lagi. Allah berfirman, "Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." (QS 4:18)


Kembali pada permasalahan futur, maka sebenarnya yang diperlukan oleh seorang muslim adalah komitmen dan keistiqamahan dalam setiap amal. Dan tentu saja semuanya harus dibarengi dengan bertahap dan tidak berlebihan (ghuluw). Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya.” (H.R. Muslim).

Oleh karena itu, ketika ia mengalami ke-futur-an pun, maka futur-nya itu tidak keluar dari "rel yang benar", dan ia tidak melakukan sebuah penyimpangan amal. Dalam sebuah hadits pun disebutkan bahwa futur merupakan sebuah fenomena yang menggambarkan batasan juhud (kesungguhan beramal) seseorang, ada yang tetap berada dalam bi'ah imaniyyah, ada juga yang keluar dari rel dan berbuat penyimpangan.

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami ke-futur-an (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka.” (HR Imam Ahmad)

Selain dari itu, perjuangan melawan futur harus dimulai dari hati. Karena hati merupakan pusat dari segalanya, sebagaimana dalam hadits, “Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya”. Kebeningan hati dan ketulusan iman serta keikhlasan berdoa merupakan senjata ampuh untuk mengikis futur dan mengembalikannya kepada ghirah dan hamasah beramal yang tinggi.

Maka, di sinilah pentingnya kita senantiasa mengontrol kondisi ruhiyyah-nya, menimbangnya dengan timbangan-timbangan amal keseharian, sehingga ia bisa segera menyadari apa yang sedang terjadi pada ruhiyyah-nya.

Wallahu a’lam

from Eramuslim - Haris Ramlan

Monday, June 13, 2005

Jangan mau jadi orang gajian

Valentino -> jangan mau jadi orang gajian
1. tujuan hidup yang jelas
2. kejarlah cita-cita yang diimpikan
3. Sensor ekuity,pelajari yang telah berjalan, apakah sudah mendekati cita-cita yang diinginkan atau malah menjauhkan
4. Fleksibleity

Friday, June 03, 2005

Check List Cinta Kepada Rasulullah

Bismillahir rahmanir rahiem

Firman Allah (swt):
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Qs Al Ahzab 33:21)

Alhamdulillah, hampir setiap dari kita mengklaim bahwa kita mencintai Rasulullah (saw). Ini adalah perkara yang baik dan bagus. Namun demikian, setiap dari kita memiliki kadar cinta yang berbeda.

Sebenarnya kita dapat menghisab sendiri berapa kadar cinta kita kepada Rasulullah (saw). Caranya adalah dengan membandingkan keadaan kita terhadap hal2 yang dapat kita teladani dari beberapa aspek kehidupan beliau, baik yang nampak ataupun yang sampai kepada kita.

Adalah lebih mudah bagi kita untuk mengukur sesuatu dengan angka2 daripada suatu diskripsi. Untuk keperluan itu, chek list berikut ini barangkali dapat menjadi panduan (kasar) bagi kita untuk dapat mengukur hal itu. Kita dapat membandingkan berapa besar dan berapa banyak hal yang dapat kita amalkan dan kita teladani dari kehidupan suci Rasulullah (saw).

Chek list ini terdiri dari 100 point. Nilai 1 untuk point yang telah dapat kita amalkan dan nilai 0 untuk point yang belum dapat kita amalkan. Khusus bagi kaum wanita, yakni untuk beberapa hal yang hanya dapat dilakukan oleh kaum lelaki, maka nilai 1 untuk persetujuan, kesediaan atau dorongannya terhadap suami atau ayahnya dan nilai 0 untuk penolakannya.

Dakwah
Rasulullah (saw):
[ ] giat mengunjungi rumah2 yang ada di dalam kotanya.
[ ] menemui musafir2 yang berkunjung ke kotanya.
[ ] membujuk manusia meninggalkan tuhan selain Allah.
[ ] membujuk manusia untuk berbakti kepada Allah.
[ ] bergerak dari pintu ke pintu dan dari kemah ke kemah.
[ ] berjalan atas maksud dakwah ke kota (negeri) lain.
[ ] menjelajah ke penjuru2 negeri (hingga ke Tabuk).
[ ] membentuk rombongan2 dakwah ke negeri2 lain.
[ ] menjadikan sahabat2-nya da'i yang tangguh/tahan uji.
[ ] meninggalkan rumah, anak-istrinya sekitar 25 kali.

Ta'lim
Rasulullah (saw):
[ ] menyampaikan semua ayat yang diwahyukan Allah.
[ ] menyampaikan semua ilmu dan pengetahuannya.
[ ] menjadi orang pertama yang mengamalkan seruannya.
[ ] membuat orang lain memahami apa yang dipahaminya.
[ ] menjadikan sahabat2-nya yakin kepada janji2 Allah.
[ ] menghidupkan ta'lim & ta'lum di setiap rumah mukmin.
[ ] mengupayakan setiap mukmin guru bagi anak2-nya.
[ ] mengkondisikan orang2 mau menyampaikan agama.
[ ] memudahkan orang2 awam dalam memahami agama.
[ ] menjadikan sebagian sahabatnya ulama dan ahli fatwa.

Ibadah
Rasulullah (saw):
[ ] sholat dengan penuh khusyu & tawajjuh kepada Allah.
[ ] sholat dengan gerakan tu'maninah dan bacaan tartil.
[ ] adakalanya berterusan sholat hingga kakinya bengkak.
[ ] adakalanya sholat malam dengan menangis ter-isak2.
[ ] selalu cermat untuk mengeluarkan zakat dari miliknya.
[ ] puasa pada bulan ramadhan dengan se-baik2 kualitas.
[ ] menetapi puasa sunnah pada hari2 yang tertentu.
[ ] adakalanya berterusan puasa hingga beberapa pekan.
[ ] melaksanakan haji bersama keluarga & jamaahnya.
[ ] menyembelih kurban saat haji untuk setiap umurnya.

Khidmat
Rasulullah (saw):
[ ] menolong pekerjaan yang ada di rumah istri2-nya.
[ ] menyelesaikan sendiri keperluan pribadi yang ringan.
[ ] menanggung anak2 yatim dari istri2-nya yang janda.
[ ] memberi makan musafir2 yang datang ke masjidnya.
[ ] memberi makan ahli-suffah2 yang ada di masjidnya.
[ ] membiarkan masjid menjadi tempat para ahli suffah.
[ ] adakalanya meminjam untuk menjamu tamu2-nya.
[ ] menghamparkan sorbannya untuk tamu istimewa.
[ ] menyuapi orang buta yang suka men-jelek2-kannya.
[ ] pernah menggadai barang miliknya untuk hidupnya.

Jihad
Rasulullah (saw):
[ ] membangkitkan semangat jihad para sahabatnya.
[ ] memimpin sendiri beberapa safar/ekspedisi jihad.
[ ] adakalanya berada pada barisan paling depan.
[ ] tak gentar dengan minimnya pasukan & fasilitas.
[ ] memohon bantuan Allah dengan salat dan sabar.
[ ] menggali parit pertahanan bersama sahabat2-nya.
[ ] memiliki bekas luka di wajah dan di kepalanya.
[ ] memiliki sebagian gigi yang patah asbab perang.
[ ] memberi ghanimah kepada sahabat2 muhajirin.
[ ] memberi akhir hidupnya untuk sahabat2 anshar.

Tampilan
Rasulullah (saw):
[ ] memelihara rambutnya hingga ke cuping telinganya.
[ ] memelihara janggut minimal sepanjang kepalannya.
[ ] mencukur kumisnya (hingga habis atau tipis saja).
[ ] mencabuti bulu ketiaknya hingga nampak putih.
[ ] mengoleskan celak di sekitar kedua matanya.
[ ] memakai penutup kepala atau songkok (amamah).
[ ] memakai sorban (7 hasta) pada hari2 yang tertentu.
[ ] sering memakai pakaian dari kain wol yang kasar.
[ ] lebih menyukai gamis daripada pakaian lainnya.
[ ] lebih menyukai pakaian berwarna putih bagi lelaki.

Hal Nikah
Rasulullah (saw):
[ ] menikah pada usia 25 th (Fatimah pada usia 18 th).
[ ] istri pertama usianya 40 tahun (berbeda 15 tahun).
[ ] mencukupkan satu orang istri selama 25 tahun.
[ ] menikahi (menanggung) lebih dari satu orang istri.
[ ] istri pertama wanita yang sudah 2 kali menjanda.
[ ] istri kedua seorang janda yang suaminya wafat.
[ ] istri ketiga seorang gadis muda anak sahabatnya.
[ ] istri keempat seorang janda yang suaminya wafat.
[ ] mengundang orang2 miskin dalam acara walimah.
[ ] menikahkan banyak orang yang bersendirian.

Akhlak
Rasulullah (saw):
[ ] menjaga silaturrahmi di dalam sanak keluarganya.
[ ] mengundang makan sanak keluarga ke rumahnya.
[ ] lemah lembut kepada keluarga dan kaum wanita.
[ ] menziarahi orang sakit yang menyusahkannya.
[ ] tidak marah untuk kesalahan2 yang melukainya.
[ ] memohon hidayah bagi orang2 yang menyakitinya.
[ ] belas kasih dan sayang kepada para sahabatnya.
[ ] membalas pemberian dengan yang lebih baik lagi.
[ ] bersikap tegas kepada orang2 kafir dan musyrik.
[ ] bersikap lunak kepada orang2 munafik dan awam.

Keutamaan Lain
Rasulullah (saw):
[ ] merisaukan keselamatan ummat ini hingga wafat.
[ ] menolak kekuasaan dan mengutamakan dakwah.
[ ] menempatkan dirinya rahmat bagi seluruh alam.
[ ] bermusyawarah sebelum mengambil keputusan.
[ ] menangisi orang mati yang belum didakwahinya.
[ ] menampik tawaran untuk mendapat gunung emas.
[ ] menyukai keadaan sehari kenyang dan sehari lapar.
[ ] menolak lantai yang ditinggikan (meja) untuk makan.
[ ] menjilati/menyisipi jari2-nya dari bekas makanan.
[ ] membawa seorang istri dalam safar dakwah tertentu.

Kualitas Lain
Rasulullah (saw):
[ ] beberapa kali mengganjal perutnya dengan batu.
[ ] menjadikan sahabat2 utamanya 'sami'na atho'na'.
[ ] menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan2-nya.
[ ] menegur istri yang membuat tilamnya lebih empuk.
[ ] menegur istri yang membuat dinding kamar dari batu.
[ ] memberi amalan untuk benda yang diminta anaknya.
[ ] kaya pada awalnya dan miskin pada akhir hayatnya.
[ ] didukung sahabat2 setia dari Asia, Afrika dan Eropa.
[ ] mendorong safar para mukmin hingga ke ujung dunia.
[ ] memberi pengampunan massal pada hari suksesnya.

Total ___%

Sungguh, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (bantuan) Allah (swt). Oleh karena itu, kepada Allah jualah kita mohon pertolongan agar Dia memberi kita kekuatan lahir & bathin untuk menjadi seperti Rasulullah (saw) 100%, tentu saja terhadap hal2 yang dapat kita teladani dari beliau. Subhanallah.

Subhan ibn Abdullah
Pattaya, 30/05/2005